Irma Enggarwati Karyawati PU Pengairan Prov. Jatim di UPT PSAWS Sampean Baru Bondowoso.

Saya mempunyai seorang anak laki-laki sekarang umurnya sudah 4 tahun. Ketika dia berusia 6 bulan, anak saya terserang penyakit batuk yang cukup lama ± 1 bulan dan menurut dokter anak saya terkena batuk alergi. Setelah itu batuknya tidak pernah kambuh lagi. Tapi ketika dia berumur 2,5 tahun penyakit batuknya malah sering kambuh dan hampir tiap bulan saya pergi ke dokter spesialis anak dan menurut dokter anak tersebut anak saya terkena penyakit batuk alergi. Saya disarankan untuk tidak memberikan makanan berupa ikan laut, ayam, telur dan buah yang bergetah serta disarankan untuk mengganti susunya dengan susu berbahan kedelai (soya) dan mengganti semua peralatan tidurnya dengan yang bahan yang tidak terbuat dari kapuk.

Semua saran dari dokter sudah saya laksanakan tetapi tetap saja batuknya masih sering kambuh. Demikian juga pengobatan dengan cara tradisional sudah saya coba (seperti

meminumkan perasan kencur dan racikan gula batu dengan kembang belimbing wuluh) dan tetap tidak ada hasilnya. Sampai akhirnya pada pertengahan april 2010 anak saya menderita batuk lagi sampai obat dari dokter habis batuknya masih belum kunjung sembuh. Ini berlangsung selama 2 bulan dan menurut perkiraan keluarga saya, anak saya terserang batuk 100 hari dan setelah 100 hari maka batuknya akan sembuh dengan sendirinya. Tetapi setelah 100 hari batuknya belum juga sembuh.

Saya memutuskan untuk mengobati anak saya dengan dua cara yaitu dengan pengobatan alternative dan juga memeriksakan ke THT. Hasilnya tetap sama batuknya tak juga sembuh. Akhirnya dari dokter THT dirujuk lagi ke spesialis anak. Dari hasil rongsen

dokter mengatakan anak saya mengidap bronchitis akut dan mengharuskan untuk minum obat selama 6 bulan (mirip penyembuhan untuk penderita TBC). Waktu itu semua keluarga saya shock karena memang dari keluarga kami tidak pernah ada yang mengidap penyakit tersebut. Akhirnya saya memutuskan untuk membawa anak saya ke spesialis paru dan dari pemeriksaan yang telah dilakukan anak saya menderita bronchitis alergi dan tidak memerlukan pengobatan selama 6 bulan.

Dari situ akhirnya saya mulai mencari di internet pengobatan alternative untuk penyakit anak saya. Dan Alhamdulillah mungkin doa2 saya sudah didengar oleh Allah SWT, saya menemukan Annise Herbal. Setelah saya baca2 dan juga dari testimony penderita yang sudah menggunakan Annise Herbal saya memberanikan diri untuk mencoba produk ini karena penggunaan obat ini adalah penggunaan obat luar (bukan dininum), dengan alasan inilah saya berani untuk mencoba.

Alhamdulillah setelah 2 minggu saya pakai sudah ada perubahan pada anak saya. Batuknya sudah mulai berkurang dan pagi hari anak saya selalu muntah (riak/dahak), ini berlangsung selama beberapa hari. Dengan rutin menggunakan obat ini sesuai petunjuk penggunaan yang benar alhamdulillah anak saya sekarang sudah sehat meskipun kadang masih batuk tetapi tidak separah dulu. Sampai hari ini saya tetap menggunakan Annise Herbal dan tidak lagi tergantung pada obat2an. Berat badan anak saya meningkat. Dan saya sudah berani memberikan makanan yang selama ini dilarang diberikan oleh dokter. Tapi tentunya tidak tiap hari saya memberikannya.